Blogging & Bisnis, Dan Pengalaman yang di Dapat dari Program TQN Preneur

Hai Sahabat Preneur, gak terasa sudah hari kelima saya mengikuti kegiatan TQN Preneur 2020. Sore nanti para peserta akan menghadapi ujian tahap pertama, yaitu ujian literasi. Ujian ini berbobot sekitar 40%, lumayan besar, jadi kebayang gak sih, deg-degannya, hahaha, meskipun fasilitator mengatakan ujian ini hanya sekedar pilihan ganda, tapi tetap saja, wow. Mungkin karena rasa penasaran juga ingin lulus ketahap selanjutnya, yaitu tahap kreasi.

Selain ujian literasi, kelulusan juga di nilai dari, blogging harian yang berbobot 30%, Share medsos dan webinar FB yang nilainya masing-masing 15%. Nah disini saya sekedar berbagi pengalaman tentang manfaat blogging yang bagi saya sebagai pemula cukup amat sangat membantu terkait ide penulisan, bagaimana tulis-menulis yang baik dan tentunya dibutuhkan keberanian untuk memposting apa yang kita tulis.

Tim fasilitator sendiri menekankan tujuan peserta diberikan pelatihan blogging, disamping sebagai media komunikasi, informasi, cara berekspresi dan berpromosi, namun utamanya adalah keberanian dari para peserta. Karena bermanfaat kedepannya untuk keperluan usaha digital yang telah dan akan dijalani. Saya sedikit cerita pengalaman kemarin, kamis malam, tepatnya  jam setengah sembilan itu menjadi saat-saat paling mendebarkan, haha. Ini kesempatan saya untuk melakukan webinar yang pertama kali.

Proses webinar sendiri sengaja berkonsep talkshow, karena ada tema modul tentang Perempuan dan Media, maka dari itu saya sengaja mengajak istri saya, Mbak Res Res untuk join. Yuuk gabung webinar, begitulah kiranya ajakan saya, karena gak afdhol kalau tema perempuan dan media kalau tidak ada tanggapan atau perspektif dari perempuan itu sendiri ya kan. Istri saya sempat kaget, terkejut, haha ya merasa dijebak gitu deh. Karena tahu-tahu saya sudah buat posternya dia untuk jadi pengisi acara webinar.

Webinar sendiri berjalan cukup lancar sekitar 30 menitan, banyak komentar juga dari para peserta TQN Preneur, viewernya lebih dari 60-an dong, wkwkwk.  Sedikit cerita sebelum memulai webinar, sempat ada intrik-intrik, remah-remah kecil silang pendapat dari kami berdua, yaa wajarlah yaa. Ternyata perempuan itu memang lebih detil daripada laki-laki, contohnya saja hal yang tidak saya pikirkan sama sekali mengenai ligthing, tata letak meja, dan lagi saya harus melakukan beberapa kali latihan, sebelum acara dimulai. Begitulah sekelumit kisah sebelum webinar dilakukan, hahaha.

Oh ya di blog kali ini saya mencoba lebih banyak tertawa, yaa mungkin ini bagian dari copy mechanism kalau istri saya bilang. Berbicara blog & bisnis, amat erat kaitannya. Blogging menjadi sarana gratis yang bisa dijadikan alternatif para wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya secara daring. Banyak sekali ulasan-ulasan, video-video yang bisa sahabat cari tahu, atau belajar langsung yang dapat diakses melalui situs-situs website.

Menggali ide berbisnis memerlukan prinsip dasar. Begitu banyak peluang usaha baru atau pengembangan usaha lama asalkan kita mau dan jeli. Seperti salah satu topik yang kami bahas saat webinar tentang sociopreneur. Istri saya banyak bercerita tentang pengalamannya, bagaimana beberapa pengusaha membantu para industri kreatif mengembangkan usahanya. Selain itu dalam berbisnis juga memerlukan dukungan dari keluarga, topik kedua yang kami bahas mengenai family support system. 

Keluarga memiliki peranan penting untuk membantu, terutama secara mental, karena terkadang ketika niat sudah menggebu-gebu namun ada sedikit penolakan apalagi dari lingkungan terdekat, bisa down lah. Penting kita pelajari juga mengenai hal teknis ketika berbisnis secara online, salah satunya media penyimpanan. Kita bisa memanfaatkan media penyimpanan online atau biasa disebut cloud storage yang bisa didapatkan secara gratis seperti Google Drive, OneDrive dengan kapasitas cukup besar. Dan jika sahabat preneur butuh penyimpanan yang lebih banyak, bisa membeli dari provider tersebut.

Ketika bicara media penyimpanan online, maka alangkah baiknya jik kita juga melihat aspek-aspek keamanan. Karena tidak 100% media di internet itu aman. Sahabat preneur bisa mencari tips-tipsnya melalui situs-situs digital. Terakhir sebagai penutup, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada tim kreatif dari TQN Preneur, karena dengan mengikuti program ini, saya jadi punya keberanian untuk menulis, memahami etika berinternet dan tentunya melek data-data terutama yang berhubungan dengan kewirausahaan.

Pengalaman-pengalaman selama mengikuti proses TQN Preneur akan saya bahas di blog-blog selanjutnya. Ikuti terus yaa Sahabat Preneur! 

Terima kasih @tqnnews

#tqnnews
#tqndigitalpreneur
#wirausahatqn


Komentar